Bagaimana bahasa asing memengaruhi otak?

Apa yang kamu ketahui tentang belajar bahasa asing dan pengaruhnya pada otak manusia? Tahukah Anda bahwa sebenarnya jenis kegiatan ini adalah salah satu yang paling intensif sumber daya untuk pikiran kita?

Secara tidak langsung, kami sudah menyentuh topik ini ketika kami menceritakan 15 fakta menarik tentang otak. Sekarang kami menawarkan Anda beberapa data tentang bagaimana studi tentang bahasa asing memengaruhi otak kita.

Kami berharap ini akan melayani Anda sebagai motivasi khusus untuk pengembangan diri.

Bahasa asing dan demensia

Di banyak negara maju, orang lanjut usia sering mulai menghadiri kursus bahasa asing. Dan mereka sama sekali tidak didorong oleh keinginan untuk hanya menguasai bahasa komunikasi baru.

Faktanya adalah bahwa para ilmuwan telah lama menemukan: studi tentang bahasa asing memiliki efek yang sangat positif pada otak dan mengurangi kemungkinan penyakit Alzheimer (pikun demensia) menjadi hampir tidak ada.

Agar tidak menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dalam pikun pikun, orang-orang terlibat dalam diri mereka sendiri, mencoba belajar bahasa baru.

Aktivitas otak dalam terjemahan simultan

Dan satu lagi fakta menarik. Para peneliti telah memperhatikan perilaku otak yang tidak biasa pada saat penerjemahan simultan. Artinya, seorang penerjemah yang berada di tengah-tengah karyanya mengaktifkan bukan satu atau beberapa bagian dari korteks serebral, tetapi praktis seluruh otak.

Ini ditampilkan di layar dengan bintik merah hampir terus-menerus, yang menunjukkan tekanan mental yang luar biasa.

Jangan fakta-fakta ini menunjukkan bahwa studi bahasa asing tidak hanya menguntungkan, tetapi juga sangat berguna! Pikirkan tentang itu.

Tonton videonya: Bagaimana Bahasa Bisa Terbentuk? Ft. Google Translate (Desember 2019).

Loading...